Mengapa Radiography Penting dalam industri

Radiografi industri yakni modalitas pengujian non-destruktif yang memakai radiasi pengion untuk memeriksa bahan dan komponen dengan tujuan menemukan dan mengukur cacat dan degradasi sifat material yang akan menyebabkan kegagalan struktur teknik. Ini memainkan peran penting dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan untuk menetapkan mutu dan keandalan produk. Radiografi Industri memakai cahaya-X, diproduksi dengan generator cahaya-X, atau sinar gamma yang dibuat oleh radioaktivitas natural dari sumber radionuklida tertutup. Neutron juga dapat diterapkan. Setelah melintasi spesimen, foton ditangkap oleh detektor, seperti film halida perak, pelat fosfor, detektor panel datar, atau detektor CdTe. Pemeriksaan dapat dikerjakan dalam 2D ​​statis (bernama radiografi), 2D waktu nyata (fluoroskopi), atau dalam 3D setelah rekonstruksi gambar (computed tomography atau CT). Dimungkinkan juga untuk menjalankan tomografi hampir dalam waktu kongkret (computed tomography 4-dimensi atau 4DCT). Teknik-teknik tertentu seperti X-ray fluorescence (XRF), X-ray diffractometry (XRD), dan sebagian lainnya melengkapi beraneka alat yang bisa dipakai dalam radiografi industri. Teknik inspeksi bisa portabel atau stasioner. Radiografi industri digunakan dalam pengelasan, inspeksi komponen casting atau potongan komposit, inspeksi makanan dan kontrol bagasi, dalam penyortiran dan daur ulang, dalam analisis EOD dan IED, perawatan pesawat, balistik, inspeksi turbin, dalam karakterisasi permukaan, pengukuran ketebalan lapisan, dalam pemalsuan pengaturan obat, dll.


Baca juga: Pengertian Jasa NDT Radiography Test (RT)


Sejarah Penemuan Radiography
Radiografi diawali pada tahun 1895 dengan penemuan kreatif cahaya-X (kemudian juga disebut cahaya Röntgen setelah orang yang pertama kali menggambarkan sifat-sifatnya secara terperinci), sejenis radiasi elektromagnetik. Lantas setelah penemuan cahaya-X, radioaktivitas ditemukan. Dengan memakai sumber radioaktif seperti radium, tenaga foton yang jauh lebih tinggi bisa didapatkan diperbandingkan dengan generator sinar-X normal. Lantas ini menemukan pelbagai aplikasi, dengan salah satu pengguna paling permulaan adalah Loughborough College.[1] Sinar-X dan sinar gamma diaplikasikan benar-benar awal, sebelum bahaya radiasi pengion ditemukan. Sesudah Perang Dunia II, isotop baru seperti cesium-137, iridium-192 dan kobalt-60 tersedia untuk radiografi industri, dan penerapan radium.

 

PT Terra Samudra Eng adalah perusahaan NDT di Indonesia / NDT Company di Indonesia yang menyediakan jasa untuk pengujian material termasuk NDT (Non Destructive Testing) Radiography Test dan lainnya di berbagai wilayah Indonesia seperti jasa NDT Jakarta dan jasa NDT di Indonesia.

Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat