Radiographic Test (RT) adalah metode Non-Destructive Testing (NDT) yang digunakan untuk mendeteksi cacat internal pada material, seperti porositas, retak, slag inclusion, dan lainnya, dengan menggunakan sinar-X atau sinar gamma. Setelah itu, proses pengujian selesai dan hasil film radiografi dianalisis. Selanjutnya, hasil tersebut harus dievaluasi menggunakan standar Penerimaan Radiographic Test yang sesuai..

—
Mengapa Ada Banyak Standar?
Setiap standar dikembangkan oleh organisasi yang berbeda namun dengan fokus aplikasi yang berbeda pula. Pemilihan Penerimaan Radiographic Test tergantung pada:
– Jenis industri (minyak & gas, konstruksi, pembangkit listrik, dll)
– Kode atau spesifikasi yang digunakan dalam proyek
– Jenis material atau sambungan yang diuji (weld joint, casting, dll)
-
ASME (American Society of Mechanical Engineers)
Standar penerimaan Radiographic Test umum yang digunakan dalam sistem ASME mencakup beberapa bagian penting berikut ini:
-
ASME Section V – Metode NDT, termasuk Radiography
-
ASME Section VIII Div.1/Div.2 – Untuk bejana tekan (pressure vessels)
-
ASME Section IX – Kualifikasi pengelasan
-
ASME B31.3 – Untuk sistem perpipaan proses
Contoh penerapannya dapat ditemukan pada berbagai jenis peralatan industri, antara lain:
-
Bejana tekan (pressure vessel)
-
Pipa-pipa industri kimia atau minyak dan gas
-
Boiler serta komponen bertekanan lainnya
Berikut beberapa kriteria penerimaan menurut ASME Section VIII Div.1:
-
Porositas diperbolehkan selama tidak terkonsentrasi
-
Slag inclusion tidak boleh melebihi batas ukuran yang ditetapkan
-
Crack sama sekali tidak diperbolehkan
-
-
API (American Petroleum Institute)
API memiliki standar RT yang umum digunakan dalam industri minyak dan gas, di antaranya:
-
API 1104 – Pengelasan pipa untuk sistem transmisi dan distribusi gas serta minyak
-
API 650 – Tangki penyimpanan baja las
Standar ini banyak diterapkan dalam:
-
Jalur pipa minyak dan gas (baik onshore maupun offshore)
-
Tangki penyimpanan bahan bakar
-
Stasiun pengumpul gas
Contoh kriteria penerimaan berdasarkan API 1104 antara lain:
-
Porositas diperbolehkan dalam jumlah terbatas
-
Crack tidak diperbolehkan
-
Incomplete fusion juga tidak diperbolehkan
-
-
AWS (American Welding Society)
Untuk struktur baja dan aluminium, standar RT dari AWS yang umum digunakan meliputi:
-
AWS D1.1 – Dikhususkan untuk struktur baja
-
AWS D1.2 – Diterapkan pada struktur berbahan aluminium
Biasanya digunakan pada:
-
Struktur baja untuk bangunan dan jembatan
-
Komponen seperti tower dan crane
Berikut adalah beberapa acceptance criteria dalam AWS D1.1:
-
Crack: tidak boleh ada
-
Slag inclusion & porositas: diperbolehkan dengan batas ukuran dan lokasi tertentu
-
Undercut: masih diperbolehkan jika dalam batas toleransi
-
-
ISO (International Organization for Standardization)
ISO menyediakan standar internasional untuk RT, yang umum digunakan pada proyek multinasional, seperti:
-
ISO 17636 – Pengujian radiografi pada sambungan las
-
ISO 5817 – Kualitas sambungan las baja berdasarkan tingkatan
Biasanya diterapkan dalam sektor seperti:
-
Proyek internasional atau multinasional
-
Industri otomotif, nuklir, kedirgantaraan (aerospace), dan manufaktur Eropa
Contoh kriteria penerimaan berdasarkan ISO 5817 adalah sebagai berikut:
-
Dikelompokkan berdasarkan Quality Level B (tinggi), C (sedang), dan D (rendah)
-
Porositas, slag, dan crack memiliki batasan yang berbeda tergantung tingkat kualitas
-
Standar ini lebih detail dan fleksibel dibanding standar nasional tertentu
Tabel Perbandingan 1.1 Sebagai Kesimpulan.
Standar Umum di Pakai Ciri Khas Cacat ASME
Pressure vessel, perpipaan industri Sangat ketat, terutama untuk crack API
Pipa minyak & gas
Lebih fleksibel, fokus ke efisiensi
AWS
Struktur baja
Umum di konstruksi bangunan
ISO
Proyek multinasional/Eropa
Lebih fleksibel dan modern
Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi :
- Whatsapp : Bapak Andi Sanjaya 085261457009
- Telepon Kantor : (021) 30297653
- Email : andi.sj7@gmail.com/andi@terra-samudra.com
- Email Kantor : info@terra-samudra.com
- Instagram : instagram.com/terra_samudra
-
